Mencermati Data Coronavirus di Indonesia


Hari ini saya memeriksa HP dan mendapat notifikasi dari Line mengenai virus Corona. Tampaknya pemerintah telah mengambil kebijakan baru terkait peredaran informasi Covid-19. Setelah sebelumnya mengontrol arus informasi dengan ketat, saat ini pemerintah telah mempublikasikan data perkembangan penanganan Covid-19 dengan cukup komprehensif.

Sejak penemuan kasus positif pertama di awal bulan, kita dapat memantau jumlah pemeriksaan dan hasilnya setiap hari. Dari situ kita dapat melihat bagaimana virus ini bergerak di Indonesia.


Tabel 1. Data perkembangan Covid-19 di Indonesia


Perkembangan yang baru 17 hari ini tentunya mengandung data yang relatif sedikit, namun ada beberapa hal yang dapat kita lihat dari data yang tersedia saat ini.

Kita dapat membuat model perkembangan penyakit ini. Secara umum perkembangan penyakit menular akan mengikuti kurva logistik seperti di bawah ini.


Gambar 1. Kurva logistik

Kasus pada awalnya berkembang lambat, lalu meningkat tajam, sebelum akhirnya stabil. . Di saat awal penyebaran, pertumbuhan mengikuti kurva eksponensial yang sangat cepat. Seberapa parah penyebaran virus tentunya sangat bergantung dari kesigapan pemerintah dan masyarakat.

Jika kita membuat grafik perkembangan virus di Indonesia, maka akan didapat grafik berikut:


Gambar 2. Perkembangan Covid-19 di Indonesia

Seperti terlihat di grafik tersebut, Covid-19 di Indonesia belum membentuk kurva logistik, melainkan membentuk sebuah kurva eksponensial, atau bagian sangat awal dari kurva logistik. Anda bisa membandingkan Gambar 1 dan Gambar 2 di atas.

Banyak orang yang mungkin merasa kasus virus Corona di Indonesia tidak begitu parah karena jumlah kasus positif yang baru mencapai 172 orang. Namun perlu diingat bahwa perkembangan penyakit menular harus mengikuti kurva logistik, dan data saat ini menunjukan bahwa kita sedang berada di titik sangat awal dari keseluruhan cerita penyebaran virus ini.

Ada baiknya kita membuat perbandingan antara kasus Covid-19 di Indonesia dengan negara lain, namun mengingat sifat matematisnya yang eksponensial, maka kita tidak boleh melihatnya angkanya secara absolut. Kita perlu melihat negara lain sebagai contoh tentang apa yang mungkin terjadi. Untuk itu kita dapat membuat sebuah grafik perbandingan. 

 
Gambar 3. Perbandingan perkembangan Covid-19, dimulai dari ditemukannya kasus positif pertama di negara tersebut.

Yang perlu diperhatikan dari grafik tersebut adalah kenyataan bahwa virus berkembang mengikuti pola eksponensial, sehingga jumlah kasus saat ini akan meningkat pesat jika tidak ada penanganan yang cukup baik. Sekali lagi, data saat ini menunjukan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia sedang meningkat secara eksponensial.

Saya rasa ada beberapa hal yang perlu diluruskan seputar pemahaman akan Covid-19

1. Covid-19 seperti flu biasa yang tidak terlalu berbahaya, angka kematiannya jauh di bawah penyakit lain.

Permasalahan terletak bukan pada tingkat kematiannya, namun pada kemampuannya untuk menular. Kondisi rumah sakit di Indonesia yang selalu penuh akan sangat kewalahan jika wabah ini merebak. Dokter-dokter di Wuhan, Italia, dan Iran terpaksa membiarkan pasien meninggal. Hal ini bukan gosip namun dapat dilihat dari tingginya persentase kematian di 3 tempat tersebut.


2. Indonesia adalah negara tropis yang menyulitkan bagi penyebaran Covid-19

Pengaruh iklim pada penyebaran Covid-19 belum diketahui dengan pasti, namun data yang ada kurang mendukung wacana tersebut. Malaysia sampai saat tulisan ini dibuat memiliki kasus yang cukup tinggi (673), sementara Russia (114) saat ini masih di bawah Indonesia (172). Sekali lagi, trend saat ini masih menunjukkan pola eksponensial.


3. Lockdown akan menyengsarakan rakyat kecil sehingga mereka tidak bisa makan

Membiarkan virus menyebar sudah pasti akan membunuh rakyat kecil karena mereka tidak bisa membayar fasilitas kesehatan. Jika anda termasuk orang yang beruntung secara finansial, anda bisa membantu mereka. Jika anda memiliki pegawai dengan upah harian, anda bisa tetap mengupah mereka meskipun mereka tidak bekerja. Anda bahkan bisa menghemat uang transport. Tentunya jauh lebih mudah memberi uang makan dibanding biaya rumah sakit.

4. Lockdown tidak dapat dilakukan di negara kepulauan karena banyak daerah bergantung dari pengiriman.

Banyak daerah di Indonesia yang saat ini masih bebas Covid-19 perlu dilindungi, terutama untuk daerah dengan fasilitas kesehatan yang minim. Lockdown tidak akan berpengaruh dalam logistik, karena barang masih boleh dikirim. Yang tidak boleh manusia (kecuali yang nganterin barangnya)

5. Orang Indonesia lebih kebal terhadap Covid-19

Mudah-mudahan. Tapi sekali lagi, grafiknya masih eksponensial.


Referensi artikel lucu untuk hiburan:










Comments

Popular posts from this blog

Tingkat kematian Covid-19